ARTIKEL ILMIAH

New Page 1
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN FIQIH DI MA AL HIDAYAH SUKAMAJU  SINGINGI HILIR KUANTAN SINGINGI

Suyoto
Guru Geografi
08959771766
 
Abstrak : Pelaksanaan pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi Tahun Pelajaran 2010/2011 dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi bervariasi, terbukti diperoleh nilai mean/rata-rata yang menunjukkan bahwa; untuk pencapaian target kurikulum 81.09% (baik), Daya serap siswa 75.09 (baik), Prestasi belajar siswa 70.53 % (cukup), Presensi guru 83.33 (baik), dan Presensi siswa 94.24 % (amat baik). Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran mata pelajaran Fiqih yang efektif di sekolah, maka peran dan profesionalitas guru khususnya dalam mata pelajaran Fiqih secara definitif mempunyai pengaruh yang besar terhadap proses pelaksanaan pembelajaran siswa dalam usaha meningkatkan prestasi dan hasil belajar yang memuaskan.

Kata kunci : Efektifitas, Pembelajaran Fiqih, MA Al Hidayah
 
PENDAHULUAN
Dengan adanya pembelajaran pada umumnya dilaksanakan dalam rangka untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang termaktub dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berbunyi:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[1]

Solusi untuk merealisasikan tujuan pendidikan nasional di atas adalah melalui proses belajar mengajar.  Sebab disanalah semua siswa akan berinteraktif dan akan memperoleh berbagai ilmu pengetahuan baik pengetahuan umum maupun pengetahuan agama yang akan bermanfaat bagi tercapainya tingkat perkembangan individunya.
Madrasah sebagai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan formal mempunyai peranan penting dalam usaha untuk mengarahkan anak dan menjadikan anak sebagai bagian dari masyarakat yang baik, mempunyai norma-norma, dan etika beragama yang sesuai dengan syariat Agama Islam serta mempunyai kelakuan yang baik.  Pendidikan yang dilaksanakan melalui jalur sekolah diantaranya pendidikan keagamaan.
Pendidikan merupakan usaha sadar yang terencana, terprogram dan berkesinambungan membantu peserta didik mengembangkan kemampuannya secara optimal, baik aspek kognitif, aspek afektif maupun aspek psikomotorik. Pendidikan adalah aktifitas berupa “Proses menuju” pertumbuhan, perkembangan, dan perubahan yang terjadi pada peserta didik dalam aktifitas pembelajaran-pengajaran yang hasilnya dapat dinikmati setelah rentang waktu yang panjang, dibutuhkan berbagai usaha yang senantiasa perlu di evaluasi secara periodik dan berksinambungan. Untuk itu dibutuhkan kiat-usaha yang serius, gigih, dan kontinyu (istiqomah) agar proses pendidikan berjalan lancar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.[2]
Pendidikan keagamaan adalah pendidikan yang menyiapkan peserta didiknya menguasai pengetahuan khusus tentang ajaran keagamaan yang bersangkutan.  Pendidikan keagamaan ini berada di bawah naungan Departemen Agama, seperti Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah serta Perguruan Tinggi Agama.[3]
Bagi bangsa Indonesia mencerdaskan kehidupan adalah amanat yang harus dilaksanakan, karena amanat itu termuat dalam UUD 1945. Cita-cita mencerdaskan bangsa ini, sangat relevan dengan tujuan pendidikan menurut Al-Qur’an. Islam menginginkan pemeluknya cerdas dan pandai. Itulah ciri akal yang sempurna. Cerdas ditandai oleh adanya kemampuan menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat, sedangkan pandai ditandai oleh banyak memiliki pengetahuan.[4] 
Bangsa yang cerdas adalah bangsa yang berilmu pengetahuan, dan untuk memperoleh pengetahuan harus menggunakan akal pikiran. Islam dalam hal ini, memberikan penghargaan tinggi terhadap akal, dan menganjurkan umatnya untuk menunut ilmu. Berpikir dan menggunakan akal adalah ajaran yang tegas dalam Al-Qur’an.[5]

Artinya: “Dan demikian pula di antara manusia dan binatang-binatang Yang melata serta binatang-binatang ternak, ada Yang berlainan jenis dan warnanya? sebenarnya Yang menaruh bimbang dan takut (melanggar perintah) Allah dari kalangan hamba-hambaNya hanyalah orang-orang Yang berilmu. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Pengampun.(Q.S Al-Fathir:28) [6]

Dalam arti yang luas, pendidikan adalah proses yang berkaitan dengan upaya untuk mengembangkan potensi pada diri seseorang yang meliputi 3 aspek kehidupan, yaitu pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup.[7]  Pengembangan potensi harus disertai dengan ilmu pengetahuan yang didasari oleh hukum-hukum syariat agama. Dan sesuai dengan hadits :
تَعَلَّمُوْاالْعِلْمَ ، فّإِنَّ تَعَلُّمُهُ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، وَتَعْلِيْمَهُ لِمَن ْ لاَ يَعْلَمُهُ صَدَقَةٌ ، وَإِنَّ الْعِلْمَ لَيَنْزِلُ بِصَاحِبِهِ فِى مَوْضِعِ الشَّرَفِ وَالرِّفْعَةِ ، وَالْعِلْمُ زَيْنٌ لِأَهْلِهِ فِى الدُّنْيَا وَالأَخِرَةِ . (الربيع(
Artinya                     : “Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan di akhirat.” (HR. Ar-Rabii’)

Dalam dunia pendidikan teknologi komunikasi itu sedemikian penting peranannya dalam proses pendidikan dan belajar mengajar, karena itu efektifitasnya harus menjadi perhatian serius para praktisi pendidikan terutama guru agar proses komunikasi lebih efektif dan dengan demikian tujuan pendidikan tercapai secara optimal. Dan alat komunikasi juga penting sebagai pelengkap untuk mencapai pengembangan intelektual dan kreativitas anak didik dan hanya media yang akan mengontrol penyajian informasi bagi anak didiknya pula dan guru juga sebagai sumber sentral agar dapat memberi suatu pengetahuannya.[8]
Setiap guru harus punya kompetensi memahami bidang studi yang akan  diajarkannya. Guru agama harus tahu asal-usul pengembangan bidang studi yang akan diajarkannya itu, terutama ia harus tahu isi bidang studi dan media yang akan digunakannya dalam proses pembelajaran. Ia dituntut untuk menguasai bidang studi yang diajarkannya dari segi penguasaan materinya, pengembangannya, ketrampilan mengajarkannya, kesanggupan menggunakan media pengajaran yang tersedia dan mencari atau menciptakan alat pengajaran darurat, bila alat pengajaran itu tidak ada. Juga harus dapat merumuskan dan mengembangkan tujuan instruksional.[9]
Belajar efektif hanya terjadi dalam suasana yang menyenangkan dengan kegiatan yang mengaktifkan semua kecerdasan, oleh karena itu dalam proses pembelajaran juga harus melibatkan keaktifan siswa. Tidak hanya mental tetapi melibatkan fisik juga. Karena pembelajaran yang diterima tidak hanya untuk saat ini tetapi juga untuk masa depan.
Sesuai dengan obyek penelitian ini adalah Madrasah Tsanawiyah, maka  lapangan yang diteliti adalah masalah pendidikan agama. Dalam konteks pendidikan Madrasah Tsanawiyah, bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) dijabarkan dalam beberapa mata pelajaran yaitu Akidah Akhlak, Qur'an Hadist, Syari’ah (Fiqih), dan Tarikh Islam.[10] Akan tetapi dalam pembahasan skripsi ini hanya akan difokuskan pada mata pelajaran Fiqih.
Berdasarkan penelitian dijumpai banyak hal-hal yang kurang sesuai dengan kriteria yang diharapankan oleh guru karena sebagian siswa MA Al Hidayah Singingi Hilir prestasi belajarnya di bidang pelajaran fiqih belum maksimal, kurangnya motifasi belajar siswa dan pengaruh lingkungan yang kurang mendukung dan sarana prasarananya kurang memadai.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis akan mengadakan penelitian dan membahas skripsi berjudul “Efektivitas Pembelajaran Mata Pelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi”.
Adapun alasan pemilihan judul adalah sebagai berikut:
1.                  Karena pembelajaran mata pelajaran fiqih merupakan sesuatu yang sangat penting dilaksanakan secara efektif oleh suatu lembaga pendidikan Islam agar siswa memiliki pengetahuan tentang hukum fiqh, serta memahami arti hubungan dengan tuhan dan hubungan dengan sesama manusia.
2.                  Karena MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi menjadikan Mata Pelajaran Fiqih  sebagai salah satu pelajaran penting dalam kehidupan sehari-hari.
3.                  Karena penulis sendiri termasuk salah satu pengajar di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi.

Metodologi Penelitian
Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa metode :
Penulis mengadakan observasi langsung terhadap kondisi dan kegiatan belajar-mengajar mata pelajaran fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi untuk memperoleh data tentang efektivitas pembelajaran mata pelajaran fiqih di Madrasah tersebut.
Penulis mengadakan wawancara dengan Kepala MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi untuk mendapatkan data tentang sejarah berdirinya madrasah tersebut dan upaya-upaya yang dilakukan dalam mengefektifkan pembelajaran mata pelajaran fiqih. Kemudian juga wawancara dengan guru bidang studi fiqih untuk mengumpulkan data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran mata pelajaran fiqih.
Penulis menggunakan dokumentasi MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi berupa buku legger, absensi siswa dan guru, silabus pembelajaran fiqih, rapor dan buku nilai harian siswa. Dokumen tersebut penulis gunakan untuk memperoleh informasi yang tidak didapatkan dari wawancara maupun observasi.
HASIL PENELITIAN
A.                 Penyajian Data
1.                  Pencapaian Target Kurikulum
Setelah data terkumpul serta adanya teori yang mendukung, maka langkah selanjutnya adalah membuktikan efektif atau tidaknya pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi melalui analisis data, menggunakan analisis prosentase yang bersumber dari data teoritik dan dari data lapangan.
Untuk melengkapi data penelitian ini,.maka berikut disajikan target kurikulum Efektivitas pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi tahun pelajaran 2010/2011. Adapun data yang dimaksud adalah sebagai berikut :
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN FIQIH DAN
KECERDASAN SPIRITUAL SISWA
DI MA AL HIDAYAH SUKAMAJU SINGINGI HILIR
Mata Pelajaran : Fiqih
Kelas/Semester            : XII/Ganjil
No
Kompetensi Dasar (KD)/Materi Pembelajaran
Pencapaian Target
Persiapan
Proses
Evaluasi
Rata-Rata
1
Menjelaskan ketentuan Islam tentang pemerintahan (khilafah)
1.        Khilafah
90%
80%
85%
85%
2
Menjelaskan majlis syura dalam Islam
2.        Majlis syura
85%
75%
85%
82%
3
Ketentuan-ketentuan puasa
3.        Dapat menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa
80%
70%
90%
80%
4
Menjelas-kan sumber hukum yang disepakati dan yang tidak disepakati ulama
4.        Sumber hukum Islam yang disepakati ulama dan yang diperselisihkan
95%
65%
75%
78%
5
Menunjuk-kan penerapan sumber hukum yang disepakati dan yang tidak disepakati ulama
5.        Penerapan sumber hukum
85%
80%
70%
81%
6
Menjelaskan pengertian, fungsi dan kedudukan ijtiha
6.        Ijtihad
90%
60%
75%
80%
Rata-Rata
87.50%
71.67%
80.00%
81.09%

Standar kompetensi dan kompetensi dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompotensi untuk penilaian. Dalam merencanakan kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan standar proses dan standar penilaian.
Sehingga dari perolehan data tersebut di atas, dapat diketahui nilai rata-rata bahwa perolehan prosentase akumulasi dari persiapan, proses, dan evaluasi adalah 81.09%
1.                  Daya Serap
Sebagai data pendukung dalam penelitian ini, peneliti juga sajikan data tentang daya scrap siswa dalam pelaksanaan pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

DATA TENTANG DAYA SERAP SISWA
MA AL HIDAYAH SUKAMAJU SINGINGI HILIR
Mata Pelajaran          : Fiqih
Kelas/Semester           : XII/Ganjil
Nomor
Responden
KD1
KD2
KD3
KD4
KD5
KD6
Rata-Rata
1
75
75
75
78
71
81
75.83
2
75
78
70
76
66
77
73.67
3
70
76
68
70
86
85
75.83
4
68
70
68
70
71
81
71.33
5
68
70
67
68
66
77
69.33
7
66
74
77
84
75
78
75.67
8
77
84
81
75
70
76
77.17
9
67
75
84
75
68
70
73.17
10
81
75
67
81
68
70
73.67
11
84
75
84
70
67
68
74.67
12
67
81
77
66
66
74
71.83
13
82
85
72
84
77
84
80.67
14
87
72
75
78
71
81
77.33
15
84
70
70
76
66
77
73.83
16
77
66
68
70
86
85
75.33
17
72
84
68
70
71
81
74.33
18
71
69
67
68
66
77
69.67
19
75
81
66
74
86
85
77.83
20
76
70
77
84
75
81
77.17
21
73
70
71
81
76
70
73.50
22
71
81
66
77
73
70
73.00
23
66
77
86
85
87
72
78.83
24
86
85
71
81
84
70
79.50
25
71
81
66
77
77
66
73.00
26
66
77
86
85
72
84
78.33
27
86
85
73
70
73
70
76.17
28
84
70
71
81
71
81
76.33
29
73
70
71
81
76
70
73.50
30
71
81
66
77
73
70
73.00
31
66
77
86
85
87
72
78.83
32
77
66
68
70
86
85
75.33
33
72
84
68
70
71
81
74.33
34
71
69
67
68
66
77
69.67
35
75
81
66
74
86
85
77.83
36
66
77
86
85
72
84
78.33
37
86
85
73
70
73
70
76.17
Rata-Rata
74.30
76.05
72.65
75.89
74.62
77.03
75.09

Dari data tentang daya serap siswa tersebut di atas, diperoleh nilai rata-rata 75.09.

2.                  Prestasi Belajar Siswa
Di samping itu, sebagai data pendukung dan sebagai bahan acuan dalam penelitian ini, peneliti juga sajikan data tentang basil belajar atau prestasi belajar pada mata pelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
DATA PRESTASI BELAJAR FIQIH
SISWA MA AL HIDAYAH SUKAMAJU SINGINGI HILIR
Mata Pelajaran          : Fiqih
Kelas/Semester           : XII/Ganjil
Nomor Responden
Prestasi Belajar Siswa

Kognotif
Psikomotprik
Rata-rata
Afektif
1
78
70
74.00
B
2
75
77
76.00
A
3
70
67
68.50
B
4
68
70
69.00
B
5
68
68
68.00
B
6
67
68
67.50
B
7
66
67
66.50
B
8
77
70
73.50
B
9
67
68
67.50
B
10
81
68
74.50
B
11
84
67
75.50
A
12
67
70
68.50
B
13
70
68
69.00
B
14
78
77
77.50
A
15
68
67
67.50
B
16
67
70
68.50
B
17
70
68
69.00
B
18
68
68
68.00
B

Dari perolehan data tentang prestasi siswa dalam mata pelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi menunjukkan rata­-rata 70.53.
3.                  Presensi Guru
Sebagai data pendukung lain dalam penelitian ini, peneliti juga sajikan data tentang Presensi guru dan Presensi siswa dalam pelaksanaan proses pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :
DATA PRESENSI GURU MA AL HIDAYAH SUKAMAJU 
Mata Pelajaran          : Fiqih
Kelas/Semester  : XII/Ganjil
No
Bulan
Absensi Guru
Presensi Guru (%)
Sakit
Izin
Alpha
Jumlah
1
Juli
0
0
0
0
0
2
Agustus
0
0
0
0
0
3
September
0
1
0
1
25
4
Oktober
0
0
1
1
25
5
Nopember
1
0
0
1
25
6
Desember
0
1
0
1
25
Rata-Rata
0.17
0.33
0.17
0.67
16.67

Dari perolehan data tentang Presensi guru Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi menunjukkan 83.33 persen.
4.                  Presensi Siswa
DATA PRESENSI SISWA MA AL HIDAYAH SUKAMAJU
Mata Pelajaran          : Fiqih
Kelas/Semester  : XII/Ganjil
No
Bulan
Absensi Siswa
Presensi
Siswa (%)
Sakit
Izin
Alpha
Jumlah
Prosentase
1
Juli
7
6
1
14
5.00
95.00
2
Agustus
5
5
8
18
6.43
93.57
3
September
7
6
3
16
5.71
94.29
4
Oktober
10
8
1
19
6.79
93.21
5
Nopember
6
8
5
19
6.79
93.21
6
Desember
6
2
3
11
3.93
96.07
Rata-rata
6.83
5.83
3.50
16.17
5.77
94.23

Dari perolehan data tentang Presensi siswa di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi menunjukkan 94.33 persen.
7.        Analisis Data
7.1  Pencapaian Target Kurikulum
Dalam pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi pencapaian target kurikulum mencapai 81.09% karena dalam pelaksanaan tersebut dari segi proses pembelajaran masih banyak kekurangan, di samping itu guru dalam menyampaikan materi pelajaran tidak secara spesifik, sehingga siswa susah dalam menerima pelajaran. Dan juga kurangnya evaluasi pembelajaran dalam mata pelajaran Fiqih.
7.2  Daya Serap Siswa MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi
Dilihat dari hasil perolehan nilai dari kompetensi dasar 1 sampai kompetensi dasar 6 dalam mata pelajaran Fiqih yang peneliti peroleh sebesar 75.09, sehingga dapat dikatakan pelaksanaan pembelajaran Fiqih belum memenuhi target kurikulum yang ada karena masih belum mencapai 100 persen dalam pelaksanaan pembelajaran yang sedang berlangsung. Dan hal tersebut akan berimplikasi pads prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi.
7.3  Prestasi Belajar Siswa
Pada mata pelajaran Fiqih presatsi siswa MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi diperoleh rata-rata sebesar 70.53. Nilai tersebut diambil dari hasil belajar siswa (raport) ujian semester gasal. Karena proses pembelajaran menunjukkan belum memenuhi target kurikulum yang direncanakan dan diprogramkan dari pihak sekolah, maka prestasi siswapun dapat dikatakan belum menguasai mata pelajaran Fiqih secara penuh. Hal tersebut terlihat dari hash prestasi siswa yang mempunyai rata-rata 70.53.
7.4  Presensi Guru Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi
Presensi guru Fiqih di MTs. Sultan Agung Sukolilo Pati yang menunjukkan 83.33 persen merupakan sebuah reaksi yang perlu dievaluasi, karena dalam pelaksanaan pembelajaran tanpa adanya bimbingan dari guru, akan berpengaruh pada hash belajar, khususnya dalam mata pelajaran Fiqih. Hal tersebut dapat digambarkan bahwa guru Bering izin, dan bahkan sering alpha dalam absensinya.
7.5  Presensi Siswa MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi
Hasil presensi siswa juga menunjukkan 94.23, Dengan demikian guru, juga sangat berpengaruh dalam pelaksanaan pembelajaran Fiqih atau dapat artikan guru merupakan teladan bagi siswanya.
8        Interpretasi Hasil Analisis
Dari berbagai hasil analisis tersebut pada uraian-uraian sebelumnya, maka dapat diinterpretasikan atau dapat ditafsirkan tingkat efektifitas pembelajaran di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi sebagai berikut:
1.
2.
3.
4. 5.
Pencapaian target kurikulum
Daya serap siswa
Prestasi belajar siswa
Presensi/ kehadiran guru
Presensi/ kehadiran siswa
81.09
75.09
70.53
83.33
94.23

Rata-Rata
78.73

Dengan demikian, untuk menentukan tingkat efektifitas pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi, dalam hal ini penulis menggunakan kriteria menurut Suharsimi Arikunto dalam bukunya Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan bahwa ada kriteria-kriteria yang menunjukkan tingkatan kategori sebagai uapay dalam menentukan kesimpulan. Hal yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.
86 – 100
: sangat efektif
2.
71 – 85
: efektif
3.
56 – 70
: cukup efektif
4.
41 – 55
: kurang efektif

Atas dasar kriteria tersebut, maka peneliti dapat menginterpretasikan bahwa pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi tergolong efektif hal tersebut dibuktikan dengan perolehan angka prosentase 80.85 persen atau dalam interval nilai 71 – 85.
BAB V
PENUTUP
A.       Kesimpulan
Berdasarkan dari rumusan dalam penelitian, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa :
  1. Pelaksanaan pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi Tahun Pelajaran 2010/2011 dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi bervariasi, terbukti diperoleh nilai mean/rata-rata yang menunjukkan bahwa; untuk pencapaian target kurikulum 81.09% (baik), Daya serap siswa 75.09 (baik), Prestasi belajar siswa 70.53 % (cukup), Presensi guru 83.33 (baik), dan Presensi siswa 94.24 % (amat baik).
  2. Berdasarkan hasil penyajian data dan analisis data, bahwa efektivitas pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi dalam proses belajar mengajarnya sudah tercermin cukup efektif dalam melangsungkan pembelajaran kepada peserta didik. Karena tingkat efektivitas pembelajaran mata pelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi yang diperoleh dari hasil analisis data menunjukkan rata-rata 80.85 % atau dalam kategori kriteria tingkat kefektifan pembelajaran berda pada interval nilai 71 – 85 (baik)/ efektif.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran mata pelajaran Fiqih yang efektif di sekolah, maka peran dan profesionalitas guru khususnya dalam mata pelajaran Fiqih secara definitif mempunyai pengaruh yang besar terhadap proses pelaksanaan pembelajaran siswa dalam usaha meningkatkan prestasi dan hasil belajar yang memuaskan.

A.    Saran-Saran
1.      Dalam dunia pendidikan, untuk memajukan sekolah, digunakan suatu strategi pembelajaran Fiqih, agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan lebih baik, maka pembelajaran lebih ditingkatkan lagi dengan mempertahankan atau membentuk kecerdasan spiritual, sehingga tujuan yang diharapkan tercapai.
2.      Guru di samping sebagai media dalam menyampaikan materi juga dapat memberikan keteladanan, guru yang baik yang akan ditiru oleh siswa. Sebagaimana yang diharapkan, maka akan menghasilkan siswa yang berakhlakul karimah.
3.      Guru hendaknya dapat menyadari pentingnya pengajaran Fiqih, bagi pendidikan dan proses pembelajaran yang baik amok terwujudnya hasil belajar siswa.

B.     DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Tafsir. 1992. Ilmu Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Al-Qur’an. Surat Al-Fatir ayat 28. 1971. Al Qur’an dan Terjemahannya. Yayasan Penyelenggara Penerjemah Pentafsir Al Qur’an. Departemen Agama.
Daud. Ali dan Habibah Daud. 1987. Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia Cet. I. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Depag RI, Kurikulum Madrasah Aliyah GBPP Fiqih, (Jakarta, Dirjen Kelembagaan Agama Islam, 1994)
Dr. Sukarsimi Arikunto, Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi, (Jakarta, PT Rineka Cipta, 1990)
Drs. H.M.Suprapta, MA, Drs. Herry Noer Ali, MA, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta, Amissco, 2003)
Harun Nasution, Akal dan Wahyu Dalam Islam, (Jakarta, UI Press, 1996)
Moh Rosyid, Ilmu Pendidikan (Sebuah Pengantar) Menuju Hidup Prospektif, (Semarang, UNNES Press, 2004)
Noehi Nasution, dkk, Psikologi Pendidikan, (Jakarta, Dirjen Bibaga Agama Islam Depag RI, 1999)
Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta, Ghalia Indonesia, 1988)
Tim Penyusunan Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbus, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta, Balai Pustaka, 1993)
UFT Anis Mahsumah, Paradigma Pendidikan Islam, (Semarang, Fakultas Tarbiyah Wali Songo, 2001)
UU RI No. 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional, (Bandung, Citra Umbara, 2003)
WJS. Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta, Balai Pustaka, 2007)
Zakiah Daradjat, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta, Bumi Aksara, 2008), Edisi I, Cet. 3,
 

[1]UU RI No. 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional, (Bandung: Citra Umbara, 2003) h. 7.
[2] Moh Rosyid, Ilmu Pendidikan (Sebuah Pengantar) Menuju Hidup Prospektif, UNNES Press, Semarang, 2004, hlm.1
[3] Daud, Ali dan Habibah Daud, Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di Indonesia Cet. I, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1987), h. 161
    [4] Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islam, Remaja Rosda Karya, Bandung, 1992, hlm. 43.
    [5] Harun Nasution, Akal dan Wahyu Dalam Islam, UI Press, Jakarta, 1996, hlm. 48.
    [6] Al-Qur’an, Surat Al-Fatir ayat 28, Yayasan Penyelenggara Penerjemah Pentafsir Al Qur’an, Al Qur’an dan Terjemahannya, Departemen Agama, 1971, hlm. 634.
    [7] UFT Anis Mahsumah, Paradigma Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah Wali Songo, Semarang, 2001, hlm. 139.
    [8] Diakses dari Internet, 20-01-2008, www.google.co.id, Fatah Syukur, Modul Diklat Sertifikasi Sesi 3 Pemanfaatan Media Pembelajaran.
[9] Zakiah Daradjat, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 2008), Edisi I, Cet. 3, hlm. 97
[10] Ibid, hlm. 94
-->

0 komentar:

Posting Komentar