EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN FIQIH DI MA AL
HIDAYAH
SUKAMAJU SINGINGI
HILIR KUANTAN SINGINGI
Suyoto
Guru Geografi
08959771766
Abstrak :
Pelaksanaan pembelajaran
Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi
Hilir Kuantan Singingi Tahun
Pelajaran 2010/2011 dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran Fiqih di MA
Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir
Kuantan Singingi bervariasi, terbukti diperoleh nilai mean/rata-rata yang
menunjukkan bahwa; untuk pencapaian target kurikulum 81.09% (baik), Daya serap
siswa 75.09 (baik), Prestasi belajar siswa 70.53 % (cukup), Presensi guru 83.33
(baik), dan Presensi siswa 94.24 % (amat baik).
Oleh karena itu, untuk
meningkatkan efektivitas pembelajaran mata pelajaran Fiqih yang efektif di
sekolah, maka peran dan profesionalitas guru khususnya dalam mata pelajaran
Fiqih secara definitif mempunyai pengaruh yang besar terhadap proses pelaksanaan
pembelajaran siswa dalam usaha meningkatkan prestasi dan hasil belajar yang
memuaskan.
Kata kunci
: Efektifitas, Pembelajaran Fiqih, MA Al Hidayah
PENDAHULUAN
Dengan adanya pembelajaran pada umumnya dilaksanakan dalam rangka untuk
mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan
nasional yang termaktub dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional yang berbunyi:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar
menjadi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis
serta bertanggung jawab.[1]
Solusi untuk merealisasikan tujuan pendidikan nasional di atas adalah melalui
proses belajar mengajar. Sebab disanalah semua siswa akan berinteraktif dan
akan memperoleh berbagai ilmu pengetahuan baik pengetahuan umum maupun
pengetahuan agama yang akan bermanfaat bagi tercapainya tingkat perkembangan
individunya.
Madrasah sebagai lembaga yang menyelenggarakan pendidikan formal mempunyai
peranan penting dalam usaha untuk mengarahkan anak dan menjadikan anak sebagai
bagian dari masyarakat yang baik, mempunyai norma-norma, dan etika beragama yang
sesuai dengan syariat Agama Islam serta mempunyai kelakuan yang baik.
Pendidikan yang dilaksanakan melalui jalur sekolah diantaranya pendidikan
keagamaan.
Pendidikan
merupakan usaha sadar yang terencana, terprogram dan berkesinambungan membantu
peserta didik mengembangkan kemampuannya secara optimal, baik aspek kognitif,
aspek afektif maupun aspek psikomotorik.
Pendidikan adalah aktifitas berupa
“Proses menuju” pertumbuhan, perkembangan, dan perubahan yang terjadi pada
peserta didik dalam aktifitas pembelajaran-pengajaran yang hasilnya dapat
dinikmati setelah rentang waktu yang panjang, dibutuhkan berbagai usaha yang
senantiasa perlu di evaluasi secara periodik dan berksinambungan. Untuk itu
dibutuhkan kiat-usaha yang serius, gigih, dan kontinyu (istiqomah) agar proses
pendidikan berjalan lancar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.[2]
Pendidikan keagamaan adalah pendidikan yang menyiapkan peserta didiknya
menguasai pengetahuan khusus tentang ajaran keagamaan yang bersangkutan.
Pendidikan keagamaan ini berada di bawah naungan Departemen Agama, seperti
Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah serta Perguruan
Tinggi Agama.[3]
Bagi bangsa Indonesia mencerdaskan
kehidupan adalah amanat yang harus dilaksanakan, karena amanat itu termuat dalam
UUD 1945. Cita-cita mencerdaskan bangsa ini, sangat relevan dengan tujuan
pendidikan menurut Al-Qur’an. Islam menginginkan pemeluknya cerdas dan pandai.
Itulah ciri akal yang sempurna. Cerdas ditandai oleh adanya kemampuan
menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat, sedangkan pandai ditandai oleh
banyak memiliki pengetahuan.[4]
Bangsa yang cerdas adalah bangsa
yang berilmu pengetahuan, dan untuk memperoleh pengetahuan harus menggunakan
akal pikiran. Islam dalam hal ini, memberikan penghargaan tinggi terhadap akal,
dan menganjurkan umatnya untuk menunut ilmu. Berpikir dan menggunakan akal
adalah ajaran yang tegas dalam Al-Qur’an.[5]
Artinya: “Dan demikian pula di
antara manusia dan binatang-binatang Yang melata serta binatang-binatang ternak,
ada Yang berlainan jenis dan warnanya? sebenarnya Yang menaruh bimbang dan takut
(melanggar perintah) Allah dari kalangan hamba-hambaNya hanyalah orang-orang
Yang berilmu. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa, lagi Maha Pengampun.(Q.S
Al-Fathir:28)
[6]
Dalam arti yang luas, pendidikan
adalah proses yang berkaitan dengan upaya untuk mengembangkan potensi pada diri
seseorang yang meliputi 3 aspek kehidupan, yaitu pandangan hidup, sikap hidup
dan keterampilan hidup.[7]
Pengembangan potensi harus disertai dengan ilmu pengetahuan yang didasari oleh
hukum-hukum syariat agama. Dan sesuai dengan hadits :
تَعَلَّمُوْاالْعِلْمَ ، فّإِنَّ
تَعَلُّمُهُ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ عَزَّ
وَجَلَّ ، وَتَعْلِيْمَهُ
لِمَن ْ لاَ يَعْلَمُهُ صَدَقَةٌ ، وَإِنَّ
الْعِلْمَ لَيَنْزِلُ
بِصَاحِبِهِ فِى مَوْضِعِ الشَّرَفِ وَالرِّفْعَةِ ،
وَالْعِلْمُ زَيْنٌ
لِأَهْلِهِ فِى الدُّنْيَا وَالأَخِرَةِ . (الربيع(
Artinya :
“Tuntutlah ilmu, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah
Azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah
sodaqoh. Sesungguhnya ilmu pengetahuan menempatkan orangnya dalam kedudukan
terhormat dan mulia (tinggi). Ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di
dunia dan di akhirat.” (HR. Ar-Rabii’)
Dalam dunia pendidikan teknologi
komunikasi itu sedemikian penting peranannya dalam proses pendidikan dan belajar
mengajar, karena itu efektifitasnya harus menjadi perhatian serius para praktisi
pendidikan terutama guru agar proses komunikasi lebih efektif dan dengan
demikian tujuan pendidikan tercapai secara optimal. Dan alat komunikasi juga
penting sebagai pelengkap untuk mencapai pengembangan intelektual dan
kreativitas anak didik dan hanya media yang akan mengontrol penyajian informasi
bagi anak didiknya pula dan guru juga sebagai sumber sentral agar dapat memberi
suatu pengetahuannya.[8]
Setiap guru harus punya kompetensi memahami bidang studi yang akan
diajarkannya. Guru agama harus tahu asal-usul pengembangan bidang studi yang
akan diajarkannya itu, terutama ia harus tahu isi bidang studi dan media yang
akan digunakannya dalam proses pembelajaran. Ia dituntut untuk menguasai bidang
studi yang diajarkannya dari segi penguasaan materinya, pengembangannya,
ketrampilan mengajarkannya, kesanggupan menggunakan media pengajaran yang
tersedia dan mencari atau menciptakan alat pengajaran darurat, bila alat
pengajaran itu tidak ada. Juga harus dapat merumuskan dan mengembangkan tujuan
instruksional.[9]
Belajar efektif hanya terjadi dalam
suasana yang menyenangkan dengan kegiatan yang mengaktifkan semua kecerdasan,
oleh karena itu dalam proses pembelajaran juga harus melibatkan keaktifan siswa.
Tidak hanya mental tetapi melibatkan fisik juga. Karena pembelajaran yang
diterima tidak hanya untuk saat ini tetapi juga untuk masa depan.
Sesuai dengan obyek penelitian ini adalah Madrasah Tsanawiyah, maka
lapangan yang diteliti adalah masalah pendidikan agama. Dalam konteks pendidikan
Madrasah Tsanawiyah, bahwa Pendidikan Agama Islam (PAI) dijabarkan dalam
beberapa mata pelajaran yaitu Akidah Akhlak, Qur'an Hadist, Syari’ah (Fiqih),
dan Tarikh Islam.[10]
Akan tetapi dalam pembahasan skripsi ini hanya akan difokuskan pada mata
pelajaran Fiqih.
Berdasarkan penelitian dijumpai banyak hal-hal yang kurang sesuai dengan
kriteria yang diharapankan oleh guru karena sebagian siswa
MA Al Hidayah Singingi Hilir
prestasi belajarnya di bidang
pelajaran fiqih belum maksimal, kurangnya motifasi belajar siswa dan pengaruh
lingkungan yang kurang mendukung dan sarana prasarananya kurang memadai.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penulis akan mengadakan
penelitian dan membahas skripsi berjudul “Efektivitas Pembelajaran Mata
Pelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi
Hilir Kuantan Singingi”.
Adapun alasan pemilihan judul adalah sebagai berikut:
1.
Karena pembelajaran mata pelajaran fiqih merupakan sesuatu yang
sangat penting dilaksanakan
secara efektif oleh suatu lembaga pendidikan Islam agar siswa memiliki
pengetahuan tentang hukum fiqh, serta memahami arti hubungan dengan tuhan dan
hubungan dengan sesama manusia.
2.
Karena MA Al Hidayah
Sukamaju Singingi Hilir
Kuantan Singingi menjadikan Mata Pelajaran Fiqih sebagai salah satu pelajaran
penting dalam kehidupan sehari-hari.
3.
Karena penulis sendiri
termasuk salah satu pengajar di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi
Hilir Kuantan Singingi.
Metodologi Penelitian
Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini peneliti menggunakan
beberapa metode :
Penulis mengadakan observasi langsung terhadap kondisi dan kegiatan
belajar-mengajar mata pelajaran fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir
Kuantan Singingi untuk memperoleh data tentang efektivitas pembelajaran mata
pelajaran fiqih di Madrasah tersebut.
Penulis mengadakan wawancara dengan Kepala MA Al Hidayah Sukamaju
Singingi Hilir Kuantan Singingi untuk mendapatkan data tentang sejarah
berdirinya madrasah tersebut dan upaya-upaya yang dilakukan dalam mengefektifkan
pembelajaran mata pelajaran fiqih. Kemudian juga wawancara dengan guru bidang
studi fiqih untuk mengumpulkan data tentang faktor-faktor yang mempengaruhi
efektivitas pembelajaran mata pelajaran fiqih.
Penulis menggunakan dokumentasi MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir
Kuantan Singingi berupa buku legger, absensi siswa dan guru, silabus
pembelajaran fiqih, rapor dan buku nilai harian siswa. Dokumen tersebut penulis
gunakan untuk memperoleh informasi yang tidak didapatkan dari wawancara maupun
observasi.
HASIL PENELITIAN
A.
Penyajian Data
1.
Pencapaian Target
Kurikulum
Setelah data terkumpul serta adanya
teori yang mendukung, maka langkah selanjutnya adalah membuktikan efektif atau
tidaknya pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi
Hilir Kuantan Singingi
melalui analisis data, menggunakan analisis prosentase yang bersumber dari data
teoritik dan dari data lapangan.
Untuk melengkapi data penelitian
ini,.maka berikut disajikan target kurikulum Efektivitas pembelajaran Fiqih di
MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi tahun pelajaran
2010/2011. Adapun data yang dimaksud adalah sebagai berikut :
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN FIQIH
DAN
KECERDASAN SPIRITUAL SISWA
KECERDASAN SPIRITUAL SISWA
DI MA AL HIDAYAH SUKAMAJU SINGINGI
HILIR
Mata Pelajaran : Fiqih
Kelas/Semester :
XII/Ganjil
No
|
Kompetensi Dasar (KD)/Materi
Pembelajaran
|
Pencapaian Target
|
|||
Persiapan
|
Proses
|
Evaluasi
|
Rata-Rata
|
||
1
|
Menjelaskan ketentuan Islam
tentang pemerintahan (khilafah)
1.
Khilafah
|
90%
|
80%
|
85%
|
85%
|
2
|
Menjelaskan majlis syura dalam
Islam
2.
Majlis syura
|
85%
|
75%
|
85%
|
82%
|
3
|
Ketentuan-ketentuan puasa
3.
Dapat menyebutkan ketentuan-ketentuan puasa
|
80%
|
70%
|
90%
|
80%
|
4
|
Menjelas-kan sumber hukum yang
disepakati dan yang tidak disepakati ulama
4.
Sumber hukum
Islam yang disepakati ulama dan yang diperselisihkan
|
95%
|
65%
|
75%
|
78%
|
5
|
Menunjuk-kan penerapan sumber
hukum yang disepakati dan yang tidak disepakati ulama
5.
Penerapan
sumber hukum
|
85%
|
80%
|
70%
|
81%
|
6
|
Menjelaskan pengertian, fungsi
dan kedudukan ijtiha
6.
Ijtihad
|
90%
|
60%
|
75%
|
80%
|
Rata-Rata
|
87.50%
|
71.67%
|
80.00%
|
81.09%
|
|
Standar kompetensi dan kompetensi
dasar menjadi arah dan landasan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan
pembelajaran, dan indikator pencapaian kompotensi untuk penilaian. Dalam
merencanakan kegiatan pembelajaran dan penilaian perlu memperhatikan standar
proses dan standar penilaian.
Sehingga dari perolehan data
tersebut di atas, dapat diketahui nilai rata-rata bahwa perolehan prosentase
akumulasi dari persiapan, proses, dan evaluasi adalah 81.09%
1.
Daya Serap
Sebagai data pendukung dalam
penelitian ini, peneliti juga sajikan data tentang daya scrap siswa dalam
pelaksanaan pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan
Singingi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
DATA TENTANG DAYA SERAP SISWA
MA AL HIDAYAH SUKAMAJU SINGINGI
HILIR
Mata Pelajaran : Fiqih
Kelas/Semester :
XII/Ganjil
Nomor
Responden
|
KD1
|
KD2
|
KD3
|
KD4
|
KD5
|
KD6
|
Rata-Rata
|
1
|
75
|
75
|
75
|
78
|
71
|
81
|
75.83
|
2
|
75
|
78
|
70
|
76
|
66
|
77
|
73.67
|
3
|
70
|
76
|
68
|
70
|
86
|
85
|
75.83
|
4
|
68
|
70
|
68
|
70
|
71
|
81
|
71.33
|
5
|
68
|
70
|
67
|
68
|
66
|
77
|
69.33
|
7
|
66
|
74
|
77
|
84
|
75
|
78
|
75.67
|
8
|
77
|
84
|
81
|
75
|
70
|
76
|
77.17
|
9
|
67
|
75
|
84
|
75
|
68
|
70
|
73.17
|
10
|
81
|
75
|
67
|
81
|
68
|
70
|
73.67
|
11
|
84
|
75
|
84
|
70
|
67
|
68
|
74.67
|
12
|
67
|
81
|
77
|
66
|
66
|
74
|
71.83
|
13
|
82
|
85
|
72
|
84
|
77
|
84
|
80.67
|
14
|
87
|
72
|
75
|
78
|
71
|
81
|
77.33
|
15
|
84
|
70
|
70
|
76
|
66
|
77
|
73.83
|
16
|
77
|
66
|
68
|
70
|
86
|
85
|
75.33
|
17
|
72
|
84
|
68
|
70
|
71
|
81
|
74.33
|
18
|
71
|
69
|
67
|
68
|
66
|
77
|
69.67
|
19
|
75
|
81
|
66
|
74
|
86
|
85
|
77.83
|
20
|
76
|
70
|
77
|
84
|
75
|
81
|
77.17
|
21
|
73
|
70
|
71
|
81
|
76
|
70
|
73.50
|
22
|
71
|
81
|
66
|
77
|
73
|
70
|
73.00
|
23
|
66
|
77
|
86
|
85
|
87
|
72
|
78.83
|
24
|
86
|
85
|
71
|
81
|
84
|
70
|
79.50
|
25
|
71
|
81
|
66
|
77
|
77
|
66
|
73.00
|
26
|
66
|
77
|
86
|
85
|
72
|
84
|
78.33
|
27
|
86
|
85
|
73
|
70
|
73
|
70
|
76.17
|
28
|
84
|
70
|
71
|
81
|
71
|
81
|
76.33
|
29
|
73
|
70
|
71
|
81
|
76
|
70
|
73.50
|
30
|
71
|
81
|
66
|
77
|
73
|
70
|
73.00
|
31
|
66
|
77
|
86
|
85
|
87
|
72
|
78.83
|
32
|
77
|
66
|
68
|
70
|
86
|
85
|
75.33
|
33
|
72
|
84
|
68
|
70
|
71
|
81
|
74.33
|
34
|
71
|
69
|
67
|
68
|
66
|
77
|
69.67
|
35
|
75
|
81
|
66
|
74
|
86
|
85
|
77.83
|
36
|
66
|
77
|
86
|
85
|
72
|
84
|
78.33
|
37
|
86
|
85
|
73
|
70
|
73
|
70
|
76.17
|
Rata-Rata
|
74.30
|
76.05
|
72.65
|
75.89
|
74.62
|
77.03
|
75.09
|
Dari data tentang daya serap siswa
tersebut di atas, diperoleh nilai rata-rata 75.09.
2.
Prestasi Belajar
Siswa
Di samping itu, sebagai data
pendukung dan sebagai bahan acuan dalam penelitian ini, peneliti juga sajikan
data tentang basil belajar atau prestasi belajar pada mata pelajaran Fiqih di MA
Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi. Untuk lebih jelasnya dapat
dilihat pada tabel berikut:
DATA PRESTASI BELAJAR FIQIH
SISWA MA AL HIDAYAH SUKAMAJU SINGINGI HILIR
SISWA MA AL HIDAYAH SUKAMAJU SINGINGI HILIR
Mata Pelajaran : Fiqih
Kelas/Semester : XII/Ganjil
Nomor Responden
|
Prestasi Belajar Siswa
|
|||
Kognotif
|
Psikomotprik
|
Rata-rata
|
Afektif
|
|
1
|
78
|
70
|
74.00
|
B
|
2
|
75
|
77
|
76.00
|
A
|
3
|
70
|
67
|
68.50
|
B
|
4
|
68
|
70
|
69.00
|
B
|
5
|
68
|
68
|
68.00
|
B
|
6
|
67
|
68
|
67.50
|
B
|
7
|
66
|
67
|
66.50
|
B
|
8
|
77
|
70
|
73.50
|
B
|
9
|
67
|
68
|
67.50
|
B
|
10
|
81
|
68
|
74.50
|
B
|
11
|
84
|
67
|
75.50
|
A
|
12
|
67
|
70
|
68.50
|
B
|
13
|
70
|
68
|
69.00
|
B
|
14
|
78
|
77
|
77.50
|
A
|
15
|
68
|
67
|
67.50
|
B
|
16
|
67
|
70
|
68.50
|
B
|
17
|
70
|
68
|
69.00
|
B
|
18
|
68
|
68
|
68.00
|
B
|
Dari perolehan data tentang prestasi
siswa dalam mata pelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir
Kuantan Singingi menunjukkan rata-rata 70.53.
3.
Presensi Guru
Sebagai data pendukung lain dalam
penelitian ini, peneliti juga sajikan data tentang Presensi guru dan Presensi
siswa dalam pelaksanaan proses pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju
Singingi Hilir Kuantan Singingi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel
berikut :
DATA PRESENSI GURU MA AL HIDAYAH
SUKAMAJU
Mata Pelajaran : Fiqih
Kelas/Semester : XII/Ganjil
No
|
Bulan
|
Absensi Guru
|
Presensi Guru (%)
|
|||
Sakit
|
Izin
|
Alpha
|
Jumlah
|
|||
1
|
Juli
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
2
|
Agustus
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
3
|
September
|
0
|
1
|
0
|
1
|
25
|
4
|
Oktober
|
0
|
0
|
1
|
1
|
25
|
5
|
Nopember
|
1
|
0
|
0
|
1
|
25
|
6
|
Desember
|
0
|
1
|
0
|
1
|
25
|
Rata-Rata
|
0.17
|
0.33
|
0.17
|
0.67
|
16.67
|
|
Dari perolehan data tentang Presensi
guru Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi menunjukkan
83.33 persen.
4.
Presensi Siswa
DATA PRESENSI SISWA MA AL HIDAYAH
SUKAMAJU
Mata Pelajaran : Fiqih
Kelas/Semester : XII/Ganjil
No
|
Bulan
|
Absensi Siswa
|
Presensi
Siswa
(%)
|
||||
Sakit
|
Izin
|
Alpha
|
Jumlah
|
Prosentase
|
|||
1
|
Juli
|
7
|
6
|
1
|
14
|
5.00
|
95.00
|
2
|
Agustus
|
5
|
5
|
8
|
18
|
6.43
|
93.57
|
3
|
September
|
7
|
6
|
3
|
16
|
5.71
|
94.29
|
4
|
Oktober
|
10
|
8
|
1
|
19
|
6.79
|
93.21
|
5
|
Nopember
|
6
|
8
|
5
|
19
|
6.79
|
93.21
|
6
|
Desember
|
6
|
2
|
3
|
11
|
3.93
|
96.07
|
Rata-rata
|
6.83
|
5.83
|
3.50
|
16.17
|
5.77
|
94.23
|
|
Dari perolehan data tentang Presensi
siswa di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi menunjukkan
94.33 persen.
7.
Analisis Data
7.1
Pencapaian Target
Kurikulum
Dalam pembelajaran Fiqih di MA Al
Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi pencapaian target kurikulum
mencapai 81.09% karena dalam pelaksanaan tersebut dari segi proses pembelajaran
masih banyak kekurangan, di samping itu guru dalam menyampaikan materi pelajaran
tidak secara spesifik, sehingga siswa susah dalam menerima pelajaran. Dan juga
kurangnya evaluasi pembelajaran dalam mata pelajaran Fiqih.
7.2
Daya Serap Siswa MA Al
Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi
Dilihat dari hasil perolehan nilai
dari kompetensi dasar 1 sampai kompetensi dasar 6 dalam mata pelajaran Fiqih
yang peneliti peroleh sebesar 75.09, sehingga dapat dikatakan pelaksanaan
pembelajaran Fiqih belum memenuhi target kurikulum yang ada karena masih belum
mencapai 100 persen dalam pelaksanaan pembelajaran yang sedang berlangsung. Dan
hal tersebut akan berimplikasi pads prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran
Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi.
7.3
Prestasi Belajar Siswa
Pada mata pelajaran Fiqih presatsi
siswa MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi diperoleh rata-rata
sebesar 70.53. Nilai tersebut
diambil dari hasil belajar siswa (raport) ujian semester gasal. Karena proses
pembelajaran menunjukkan belum memenuhi target kurikulum yang direncanakan dan
diprogramkan dari pihak sekolah, maka prestasi siswapun dapat dikatakan belum
menguasai mata pelajaran Fiqih secara penuh.
Hal tersebut terlihat dari hash
prestasi siswa yang mempunyai rata-rata 70.53.
7.4
Presensi Guru Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan
Singingi
Presensi guru Fiqih di MTs. Sultan
Agung Sukolilo Pati yang menunjukkan 83.33 persen merupakan sebuah reaksi yang
perlu dievaluasi, karena dalam pelaksanaan pembelajaran tanpa adanya bimbingan
dari guru, akan berpengaruh pada hash belajar, khususnya dalam mata pelajaran
Fiqih. Hal tersebut dapat digambarkan bahwa guru Bering izin, dan bahkan sering
alpha dalam absensinya.
7.5
Presensi Siswa MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi
Hasil presensi siswa juga menunjukkan
94.23, Dengan demikian guru, juga sangat berpengaruh dalam pelaksanaan
pembelajaran Fiqih atau dapat artikan guru merupakan teladan bagi siswanya.
8
Interpretasi Hasil
Analisis
Dari berbagai hasil analisis
tersebut pada uraian-uraian sebelumnya, maka dapat diinterpretasikan atau dapat
ditafsirkan tingkat efektifitas pembelajaran di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi
Hilir Kuantan Singingi sebagai berikut:
1.
2.
3.
4. 5.
|
Pencapaian target kurikulum
Daya serap siswa
Prestasi belajar siswa
Presensi/ kehadiran guru
Presensi/ kehadiran siswa
|
81.09
75.09
70.53
83.33
94.23
|
Rata-Rata
|
78.73
|
Dengan demikian, untuk menentukan
tingkat efektifitas pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir
Kuantan Singingi, dalam hal ini penulis menggunakan kriteria menurut Suharsimi
Arikunto dalam bukunya Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan bahwa ada
kriteria-kriteria yang menunjukkan tingkatan kategori sebagai uapay dalam
menentukan kesimpulan. Hal yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.
|
86 – 100
|
: sangat efektif
|
2.
|
71 – 85
|
: efektif
|
3.
|
56 – 70
|
: cukup efektif
|
4.
|
41 – 55
|
: kurang efektif
|
Atas dasar kriteria tersebut, maka
peneliti dapat menginterpretasikan bahwa pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah
Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi tergolong efektif hal tersebut
dibuktikan dengan perolehan angka prosentase 80.85 persen atau dalam interval
nilai 71 – 85.
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan dari rumusan dalam penelitian, maka penulis dapat
menyimpulkan bahwa :
- Pelaksanaan pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi Tahun Pelajaran 2010/2011 dapat diketahui bahwa pelaksanaan pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi bervariasi, terbukti diperoleh nilai mean/rata-rata yang menunjukkan bahwa; untuk pencapaian target kurikulum 81.09% (baik), Daya serap siswa 75.09 (baik), Prestasi belajar siswa 70.53 % (cukup), Presensi guru 83.33 (baik), dan Presensi siswa 94.24 % (amat baik).
- Berdasarkan hasil penyajian data dan analisis data, bahwa efektivitas pembelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi dalam proses belajar mengajarnya sudah tercermin cukup efektif dalam melangsungkan pembelajaran kepada peserta didik. Karena tingkat efektivitas pembelajaran mata pelajaran Fiqih di MA Al Hidayah Sukamaju Singingi Hilir Kuantan Singingi yang diperoleh dari hasil analisis data menunjukkan rata-rata 80.85 % atau dalam kategori kriteria tingkat kefektifan pembelajaran berda pada interval nilai 71 – 85 (baik)/ efektif.
Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran mata
pelajaran Fiqih yang efektif di sekolah, maka peran dan profesionalitas guru
khususnya dalam mata pelajaran Fiqih secara definitif mempunyai pengaruh yang
besar terhadap proses pelaksanaan pembelajaran siswa dalam usaha meningkatkan
prestasi dan hasil belajar yang memuaskan.
A.
Saran-Saran
1.
Dalam dunia pendidikan, untuk memajukan sekolah, digunakan suatu strategi
pembelajaran Fiqih, agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan lebih baik,
maka pembelajaran lebih ditingkatkan lagi dengan mempertahankan atau membentuk
kecerdasan spiritual, sehingga tujuan yang diharapkan tercapai.
2.
Guru di samping sebagai media dalam menyampaikan materi juga dapat
memberikan keteladanan, guru yang baik yang akan ditiru oleh siswa. Sebagaimana
yang diharapkan, maka akan menghasilkan siswa yang berakhlakul karimah.
3.
Guru hendaknya dapat menyadari pentingnya pengajaran Fiqih, bagi
pendidikan dan proses pembelajaran yang baik amok terwujudnya hasil belajar
siswa.
B.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Tafsir.
1992. Ilmu Pendidikan Islam.
Bandung:
Remaja Rosda Karya.
Al-Qur’an.
Surat Al-Fatir ayat 28.
1971.
Al Qur’an dan Terjemahannya.
Yayasan Penyelenggara
Penerjemah Pentafsir Al Qur’an.
Departemen Agama.
Daud.
Ali dan Habibah Daud.
1987.
Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di
Indonesia Cet. I.
Jakarta:
Raja Grafindo Persada
Depag RI, Kurikulum Madrasah Aliyah GBPP Fiqih, (Jakarta, Dirjen
Kelembagaan Agama Islam, 1994)
Dr. Sukarsimi Arikunto, Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi,
(Jakarta, PT Rineka Cipta, 1990)
Drs. H.M.Suprapta, MA, Drs. Herry Noer Ali, MA, Metodologi Pengajaran
Agama Islam, (Jakarta, Amissco, 2003)
Harun Nasution, Akal dan Wahyu
Dalam Islam, (Jakarta, UI Press, 1996)
Moh Rosyid, Ilmu Pendidikan (Sebuah Pengantar) Menuju Hidup
Prospektif, (Semarang, UNNES Press, 2004)
Noehi Nasution, dkk, Psikologi Pendidikan, (Jakarta, Dirjen
Bibaga Agama Islam Depag RI, 1999)
Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta,
Ghalia Indonesia, 1988)
Tim Penyusunan Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Depdikbus,
Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta, Balai Pustaka, 1993)
UFT Anis Mahsumah, Paradigma
Pendidikan Islam, (Semarang, Fakultas Tarbiyah Wali Songo, 2001)
UU RI No. 20 Tahun 2003, Sistem Pendidikan Nasional, (Bandung,
Citra Umbara, 2003)
WJS. Poerwodarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta, Balai
Pustaka, 2007)
Zakiah Daradjat, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta,
Bumi Aksara, 2008), Edisi I, Cet. 3,
[1]UU RI No. 20 Tahun 2003,
Sistem Pendidikan Nasional, (Bandung: Citra Umbara, 2003) h. 7.
[2] Moh Rosyid, Ilmu Pendidikan
(Sebuah Pengantar) Menuju Hidup Prospektif, UNNES Press, Semarang,
2004, hlm.1
[3]
Daud, Ali dan Habibah Daud, Lembaga-Lembaga Pendidikan Islam di
Indonesia Cet. I, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1987), h. 161
[4] Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Islam, Remaja Rosda
Karya, Bandung, 1992, hlm. 43.
[5] Harun Nasution, Akal dan Wahyu Dalam Islam, UI Press,
Jakarta, 1996, hlm. 48.
[6] Al-Qur’an, Surat Al-Fatir ayat 28, Yayasan
Penyelenggara Penerjemah Pentafsir Al Qur’an, Al Qur’an dan
Terjemahannya, Departemen Agama, 1971, hlm. 634.
[7] UFT Anis Mahsumah, Paradigma Pendidikan Islam,
Fakultas Tarbiyah Wali Songo, Semarang, 2001, hlm. 139.
[8] Diakses dari Internet, 20-01-2008,
www.google.co.id, Fatah Syukur, Modul Diklat Sertifikasi Sesi 3
Pemanfaatan Media Pembelajaran.
[9] Zakiah
Daradjat, Metodologi Pengajaran Agama Islam, (Jakarta : Bumi Aksara,
2008), Edisi I, Cet. 3, hlm. 97
[10] Ibid,
hlm. 94


